Walaupun hidup ini pendek atau panjang…. Hal itu tak kunjung membuat gw terus dan terus patah semangat… sangat bodoh kalo gw hanya memikirkan betapa pendeknya hidup ini… semua memang ditangan tuhan, walau medis berkata lain tapi gw percaya akan sesuatu yang di sebut semangat. Semangat yang gw dapat dari orng yang mencintai gw. mensuport hingga terus dan terus tersenyum di hadapan orang banyak dan megeluh ketika sedang bersama org” yang gw percaya. Ketika gw terus berada dalam rasa sakit, tak pernah sedikitpun ingin di taklukan oleh sakit ini. Tapi gwlah yang harus taklukan rasa sakit ini. Bertahan hidup adalah suatu hal yang harus kita jalani apapun itu semua memang ada konsekuensinya… dari ketergantungan obat sebagai penyambung hidup dan memilih untuk tidak melakukanya lagi, ingin rasanya berkali-kali memastikan apa yang terjadi dengan tubuh gw. Tapi hanya uang yang terbuang dengan hasil yang sama. Berpikir kedepan itulah yang harus dilakukan tanpa harus memikirkan sakit ini. Mencoba melakukan yang terbaik. Dan terus hingga mereka lupa akan sakit yang gw derita. Akhir-akhir ini gw senang sekali dengan keadaan ini org” yang khawatir akan gw lambat waktu mereka hanya melihat senyum dan keceriaan yang gw cipta dari semangat dan tangis mereka, tak sadar, sudah sekian lama gw mejalani hidup dan orang tua tak pernah tau akan yang gw derita, hanya teman” tedekat saja. Dan intensitas bertemupun jarang sekali. Hanya lewat network society seperti FB dan twitter, semua gw utarakan kemereka tiap waktu detik dan menit hingga jam. Telephone pun itu membuata gw semangat karena mereka terus dan terus menghibur dan memberikan canda dan tawa ke gw. Sekarang hanya senyum dan semangat bertahan hidup yang gw lakukan, lupakan rasa sakit, hindari segala bentuk keluhan, walau tetap akan mengeluh tapi usahakan jgn terus”an mengeluh , karena itu hanya akan membuat orng di sekitar kita akan merasa kasihan. Kita (gw dan yang lainya) itu sama , dan gunakan keterbatasan kita untuk melakukan yang tidak terbatas… dengan semangat ini gw selalu ingat akan pesan” mereka, sedih rasanya kalo gw ditinggalin mereka, tapi gw harus sadar sudah cukup mereka terus”n untuk menangis dan khawatir dng keadaan ini… menjadi orang yang di butuhkan itu lebih berharaga di bandingkan menjadi orang yang membutuhkan, itulah yang hanya ingin gw lakukan sekarang, lewat blog ini gw hanya dapat cerita apa yang gwrasakan, karena tidak mungkin ingin membebani orng” yang sayang ke gw terus”an memikirkan ini. Walau bercerita kemereka masih gw lakukan.
Kadang rasa kesal datang begitu saja, terlebih emosi dan sakit terus”an menyerang secara tiba”, dalam keadaan seperti itu seringkali teman” gw dalam keadaan membutuhkan gw sebagai pendeger mereka. Mencoba terus mendegarkan hati dan perasaan dari cerita mereka itu gw pilih walau sedang sakit sekalipun, karena gw merasakan betul apa arti tidak di dengar, bagi gw mendengarkan seseorang itu lebih baik dari pada memberi solusi tetapi tanpa mendengarkan. Pas lulus kuliah nanti, pengen rasanya kerja dengan gaji 10 juta kemudian membangun impian, membantu anak” yang terkena kangker otak, menghibur mereka hingga mereka lupa akan rasa sakit itu, tak pernah hilang dari benak gw untuk terus bermimpi membantu mereka . . memberi semangat hingga mereka mampu mengontrol emosi dan mood mereka. Mood memanglah hal yang sulit di hindari tapi emosi ketika sakit itu muncul harus kita lawan dengan menenangkan diri, dengan menenangkan pikrian , atur pernafasan dan kontrol emosi jiwa ,, itu mampu mengurangi rasa sakit, gengsi terlihat sakit itu membuat gw kuat (^__^) hahaha, tapi mungkin sebetulnya tidak baik tapi kenyataanya itu membuat gw kuat (n.n)V
No comments:
Post a Comment