Thursday, November 25, 2010

no-thing (/ @_@)/

Sometimes we can’t get what we want, but we’ll get what we need. Terkadang hidup memang gak seperti yang kita inginkan, being popular is not awesome it just a part of luck a live in this world. Being who the real we are is wonderful than other. well itu hanya sekelumit pikiran gw yg ada di otak dan hati. Gw seneng jadi siapa diri gw sebenarnya, tapi tetep terkadang gw benci untuk menjadi diri gw, karena being who i am is suck, its mean i don’t have much time for my self. Ya gw tau seharusnya enjoy aja untuk menikmati hidup ini, dan gw sedang mencoba untuk beradaptasi dengan kebiasaan yg membunuh gw ini, sebenarnya gak ada masalah Cuma terkadang pas gw butuh waktu untuk sendiri, yang lain gak mau tau dan tetetp gw harus yang ngertiin mereka. Gw seneng kalo gw dianggap sebagai telinga hati mereka, dan gw senang bisa bantu orng tersenyum. Tapi disaat keadaan mereka berbalik di gw dan gw pengen sendiri untuk nenangin hati gw, mereka malah dateng dan kebanyakan ngomel-ngomel gara-gara gak bales bbm, sms dll. Nanya kek gw lagi knp ato speak lah ke gw, biar gak jadi emosi kaya gini. Tapi tetep mereka pada keegoisan mereka sendiri yang gak mau tau dan lebih menuangkan emosi mereka ke gw, and I’m tired being a good man!!! (so suck to write this) . mungkin ini terjadi karena memang mereka nyaman dengan gw dan akhirnya kenyamanan itu menghasilkan ke egoisan mereka akan diri gw sendiri, huff.


Tapi terkadang gw kangen akan hal itu semua :’) tapi tetep sumpah demi apapun klo mereka lagi egois grrrr bikin emosi jiwa, tapi gw gak bisa marah karena keadaan mereka yang memang harus di mengerti, posisi mereka yang harus di dengar dan mereka butuh orng untuk mendengar apa yang mereka rasakan. Gw Cuma gak mau yang pernah gw rasakan mereka rasakan . karena menjadi orang yang gak di dengar dan di perdulikan adalah hal yang sangat mengiris hati gw. That was the reason why i am still listening them event i wanna scream it out. Tapi untung aja gw bisa manage emosi gw, kalo enggak???? Bayangin aja, ada orang lagi curhat ke kita tiba-tiba kita tidur ato cuek dan pergi? Beghhhh sakit banget kan? Makanya gw gak mau nyakaitin orang.


Tapi kayanya gw udah banyak nyakitin hati orang terutama mereka yang udah kagum ke gw tapi gw Cuma balas dengan datar, sebenarnya gw sangat-sangat terbayarkan jika ada yang kagum ke gw and it was happened to me. Bukan maksud buat sombong, tapi mereka yang bilang gw itu berbeda (akakak jadi GR kan :p) umm, tapi kekeguman mereka kadang menjadi benih suka dan akhirnya tertarik akan gw, tapi gw sangaaat sadar kalo gw gak bisa dan gw gak mau nyakitin hati cewe” yang kagum ke gw makanya gw diawal gk yang gimana-gimana, posisi seperti inilah yang bikin gw bingung disaat hati gw lagi galau eh banyak cewe masuk. lebih baik gw datar dan yaaa bisa dibilang jutek ;p. Tapi itu lebih baik daripada gw kasih harapan palsu ??? gw gak ngasih harapan aja mereka nganggepnya gw ngasih harapan padahal gw baik kemereka karena gw ingin membayar kekaguman mereka akan gw, makanya gw baik dan gw anggep mereka itu temen gw. Tapi lagi lagi gw salah dan selalu jadi bahan sakit hati dan sedih krn seolah” mereka itu gak ada apa apanya di mata gw. Padahal tanpa mereka mungkin gw gak akan bisa di kenal kaya gini (dalam lingkup mereka lhooo bukan artis yak!!!) , temen gw Luis (anak Brazil tulen) bilang “ i don’t need being popular, i just need a ppl who can talk with me” ya kata dy anak” brazil gak bisa diajak ngobrol . gw tau kok maksud dy, karena gw tau banget gmn di posisi Luis , makanya dari hal itu kita jadi best friend , apalagi posisi gw yang selalu rollin’ in the same thing and it was a suck thing thought (lol *i mean lots of love :p*) terkadang orng Cuma tau dari apa yang mereka lihat tapi mereka gak pernah melihat dalam gw ini kaya apa , pernah temen gw kaget untuk kesekian kali karena akan ucapan gw yang mereka melek kaget se-sadarnya kalo mereka bilang kalo gw bnr” gak bisa di tebak, kadang konyol gak nyambungan tapi disaat orang down dan butuh pegangan, lu bisa ambil itu (heheh thanks all ) . Gw Cuma melakukan apa yang hati gw ingin lakukan di saat orang-orang “manggil gw” , i just do the best anything i can , event its hard to do but i just keep tryin’ to make other ppl always happy and keep their smile . Dan hal yang bikin gw jengkel tuh knp sih kadang orang” selalu ngelanggar janji mereka dan akhirnya mereka jatuh di lobang yang sama, terlebih mereka memilih untuk berada di posisi sebagai LIMA LOSER. Padahal setiap orang, setiap makhluk hidup memiliki posisi sebagai the Winner. Hanya telat ato cepat datangnya masa itu, yg terpenting bijakalah dalam masa akan datangnya itu dan sesudahnya.

Wuzz gw kesurupan toilet nih harus ke toilet dadah pembaca, dampai ketemu di posting berikutnya


Sunday, November 21, 2010

hello i love you

i don't know what this feeling aboout, tiap hari marah" mulu capek gue, akhir" ini ada aja yang namanya orang sirik, haters yg makin eksis di hidup gw :(

gw seneng di bbm bisa knl banyak orng dan jadi teman tapi tetep aja nih ada haters huff, banyak yg bilng seneng jadi randy :o what the hell you are taking abt!! to be me is a suck way , because what? I'm the only one boy must be standing up alone.
gue seng banyak yang care, tapi knpa kalian suka bgt bikin gw pusing, dan terus bikin gue merasa bersalah akan semua ini karena gue gak bisa jadi apa yang kalian minta. gue tau " just to who the real we are" tapi tetep kan janji hidup gw yang pengen bikin orang lain tersenyum :( , *lanjut besok ya tiba" pusing kambuh dtg

Tuesday, October 19, 2010

Buat kamu..

ceria ini dari T widya :D


Buat kamu..

Kata apa yang pantas aku ucapkan untuk mendefinisikan kamu?
Aku rasa ga ada kata yang mampu mewakili apa yang ingin aku utarakan..
kamu terlalu..ah..bahkan lebih dari itu..

Kita setiap hari sama-sama..

Kita selalu sama-sama melewati pagi yang sama,
jemput aku berangkat kuliah..
ngajak aku lari pagi,atau skedar jalan2 menyusuri para pengadu nasib di sepanjang gor satria jika hari minggu tiba..

menghabiskan siang..
Kuliah bareng..
(aku rasa kuliah ga memiliki kdar keromantisan yg cukup bwt dceritakan)
branch di SA..sambil makan menu favorit kita, capcay, mie, tempe tepung atau martabak..
kamu pasti selalu mendengarkan aku bercerita tentang apa saja..
Karena aku pasti ga bisa diem klo lagi makan..

(apalagi klo aku ngegosip,kamu pasti suka..)
Kamu pasti hanya tertawa saat aku protes demi mendengar tanggapan kamu-yang kadang ga sesuai harapan-atas cerita2 ku..

Melalui malam..
Kamu selalu membawaku mengitari tempat2 yang sama,,memutari jalan2 yang sama d setiap malamnya,,mencari tempat makan yg belum pernah dkunjungi sblumnya,tapi apa daya,sepertinya semua tempat makan memang udah pernah kita datangi,akhirnya kita selalu hanya berputar2 dan berujung d tempat makan yang sama,,mengunjungi pusat perbelanjaan di sini untuk hanya sekedar sight seeing dan mencari tempat untuk berbincang,dan juga dengan tujuan yg mulia,yaitu mengirit bensin,sampai2 penjaga pintu keluar apal sama kita dan acap kali bawel mengomentari kita setiap kita lewat,bahkan kami sudah tak perlu lagi menunjukan STNK pada mereka,,hehe..

Kamu..
Apa lagi yang bisa aku tulis tentang kamu..

you are the one,and only one,forever..(SID-LADY ROSE) lagu ini yang pertama kali kau nyanyikan untukku,sebelum aku menjadi siapa2mu,yang berhasil membuat air mataku menitik sedangkan aku sendiri belum tau lagu apa yang sedang kamu nyanyikan,yang pasti itu sangat manis dimataku,,saat itu,dan sampai sekarang,,

Kamu membuatkanku film dokumenter tepat di usia pertama hubungan kita,kamu mengunjungi beberapa tempat bersejarah dalam hubungan kita,,dipermanis dengan ucapan dan do'a dari sahabat2 yang aku rasa sangat berperan penting dalam kelangsungan hubungan kita,,dan ditutup dengan kata2 cinta manis yang sempat aku ragukan keasliannya,,
hhhh..mengingat itu membuatku tersipu malu..

Kamu itu sabar..tak pernah sekalipun keluar kata2 kasar dari mulut kamu,sekalipun aku sedang begitu menjengkelkan,,kamu selalu mengalah,untuk kebaikan hubungan kita,begitu katamu ketika aku bertanya alasan kamu selalu mengalah,,

Saata aku resah ketika ada yang berkata padaku,,bahwa aku mendominasi hubungan kita,kamu hanya tertawa dan berkata,akang yang merasakan,mereka tidak tau apa2,akang nyaman dengan neng,dengan hubungan kita,dan ingin selalu nyaman,biarkan orang berkata apa,
Aku hanya bisa tertegun mendengar kata-kata kamu,kamu memang selalu tidak terduga,kamu benar,hanya kita yang tau seperti apa hubungan kita,dan aku yakin,cinta itu tidak saling mendominasi,namun saling mengerti,menjaga dan melindungi,bukan begitu sayang?

Kamu yang selalu menghadirkan tawa d setiap hariku,,dengan segala tingkah dan kata2 konyolmu,,lelucon2mu, yang kamu warisi dari mas mu yang lucu itu,,tak pernah ada kesedihan,,pertengkaran2,,kemarahan,,rasa bosan,,yang ada hanya gelak tawa yang tak pernah ada habisnya..kamu spongebobku yang lucu..

Takkan pernah habis kataku jika bercerita tentang kamu..
aku akan terus bercerita tentang kamu tanpa pernah merasa bosan..

Aku sayang kamu..
dan akan selalu sayang kamu..

aku mau kamu menjadi imam untuk aku dan anak-anakku kelak..

Kamu..bukan orang lain..

You are so special for me..and also for all d'people around you..

luv u..

^Nov 17th,in my room ^

Wednesday, July 21, 2010

PESAN

Kisah ini berawal dari Amri seorang remaja yang duduk di bangku SMA yang terletak dekat dengan Mall dan Plasa di Jakarta. Ini merupakan awal tahun ajaran baru dan hari kedua ia duduk di bangku SMA. Amri, anak yang cukup pendiam karena dia kurang suka bergaul, sebenarnya Amri banyak teman tapi sejak dia dibohongi dan sahabat yang dia percaya menghianatinya, dia menjadi tertutup. TransJakarata merupakan transportasi sehari-harinya berangkat dan pulang sekolah. Sebenarnya Amri anak orang kaya, ia mempunyai mobil pribadi, tapi lebih memilih untuk menggunakan alat transportasi umum ini karena dia malas untuk membawa dan terlebih dia tidak suka untuk bergaya dan pamer, karena di usia seorang ABG yang labil pasti hal-hal seperti itu akan menjadi suatu yang waw dan menggolongkan dalam kelas hidup dalam suatu lingkungan. Suatu hari ketika sedang di halte dan menunggu bus datang ada anak cowo sebayanya sedang berada di halte tersebut. Anak tersebut menyapa Amri . “ gue kayanya sering liat lu dah? ” ucap anak itu. “ salah orang kali lu?” balas Amri “ bener dah. . . oh gue inget, lu anak X.1 kan? SMA X , gue temen sekelas lu lagi, gue Dio” dan Amri pun kaget karena dia kurang memperhatikan teman-teman sekelasnya “ wah kebetulan banget ya, gue Amri” dengan datar Amri balas perkenalan itu. Tanpa di sengaja mereka sering dalam satu bus yang sama karena kebetulan mereka satu arah. Sampai akhirnya merekapun menjadi teman yang dibilang lumayan akrab dalam kelas dan suka pulang bareng. Dio anakanya ceria dan suka mengajak teman-temanya untuk selalu aktif dalam hal ngomonging orang dan usil, yah kenakalan remaja seperti biasanya lah. Amripun sekarang punya teman dan bisa mengurangi kebiasaanya untuk diam.
Suatu hari Amri malas pulang karena dia capek dengan keadaan rumahnya yang setiap hari kedua orangtuanya ribut dengan hal hal yang itu saja, Amri jenuh untuk lari ke minuman keras, makanya dia pergi ke taman yang lumayan sepi disana ia meluapkan semua rasa kesal dan protes akan hidupnya, Amri tergolong anak yang pintar tetapi keaadan broken home membuat dia sedikit malas untuk berinteraksi dan menutupi semua kekesalanya, terkadang ia meminum vodka dalam kamar yang ia ambil dari minibar dalam rumahnya, hanya beberapa teguk dia sudah mabok dan tak sadarkan diri dalam kamarnya. Setelah merasa cukup meluapkan dengan melempar batu dan berteriak ke Danau sebagai rasa kekesalanya, Amri duduk dan terdiam karena lelah, untunglah disitu suasana begitu sepi hingga tidak ada yang memarahi Amri karena seperti orang gila yang teriak-teriak sendiri gak jelas. Tanpa di sengaja Dio ada di sebelahnya, ternyata Dio sudah lama di Danau tersebut dia gk masuk sekolah tadi pagi, “ gak nyangka yah ri, idup lu hampir sama ama gue, gue denger semua yang tadi lu teriakin” ucap Dio, “ tau apa lo hah! Lo ngapain nguping gue ya disini!” ucap Amri sambil emosi , “ ya gue emang gak tau sepenuhnya idup lu ri, tapi gue juga dari keluarga broken home dan gue anak tunggal, gue biasa disini dari SMP kelas 3 , dan gue udah dari tadi disini sebelum lu dateng, gue luapin semua kekesalan gue di tempat ini. Biasa, gue madol klo gak mood dari rumah” balas Dio sambil sedikit sabar mengahadapi Amri. “ sorry gue lagi emosi yo, dan gue kesel aja ama hidup gue” celetuk Amri “ia slow aja ri, gue tau koq, nih lu mau roko gak? Ni gw juga bawa minum” Dio menawarkan minuman dan roko ke Amri “ boleh dah, btw lu biasa di sini dan minum gini yo?” walau sedikit menolak dalam hati tetapi Amri tetap minum “ yoi gue udah biasa lagi dan kalo gue gak kuat pulang gue telephone taxi langganan gue hahahaha beres deh, nyampe rumah juga gue” dengan sedikit mabok Dio menjawab pertanyaan Amri. Kemudian mereka pun minum dan meroko di taman yang dekat dengan danau tersebut, Amri melihat jam tanganya pukul 05.30pm, karena Dio yang paling banyak minum maka Amri yang menopang Dio dan mengantarkanya pulang, “ eh lu telphone Taxi langganan gue aj deh, telphone dari hape gue nih di saku nama kontaknya TAXI telephone aja dia udah hapal ke gue” ucap Dio sambil setengah sadar, tak lama kemudian Taxi datang dan supir taxi tersebut membantu Amri untuk memasukan Dio ke mobil. “ buset dah ni bocah ade ade ajeee kerjaanye, eh lu temenya die ni? Tumben banget ni anak teler bawa temen” ucap bang Udin supir taxi tersebut “ ia bang gue temen Dio, kata Dio abang udah langganan dia ya?” tanya Amri “ Ia, abang udah langganan Dio, padahal Dio ni anak orang kaya punya mobil banyak dan supir pribadi tapi kata die, die kagak pengen orang tuanye tau dia mabok pulang dari sekolah, kebetulan juga salah satu supir di rumah Dio ini temen abang juge, kasihan sebenarnya liat Dio gini, abang si kagak masalah kalo masalah uang, Dio orangnya baik apalagi dia selalu bayar lebih, katanya sih buat tanda terimakasih, gak tau deh dasar orang kaya aneh-aneh aje kerjaanye” sedikit cerita dari bang udin ke Amri. Setelah sampai dirumah Dio karena hafal betul apa yang harus di lakukan Bang Udin, ia berhenti agak jauh dari rumah dan memanggil temen Bang udin yang bekerja sebagai supir di rumah Dio “ eh Japri tuh majikan loe kaya biasa tuh angkat gih kasihan gue am idupnye” ucap bang Udin ke bang Japri salah satu supir di rumah Dio, “ wah den Dio den Dio, pasti gara-gara Nonyah ama Tuan berantem lagi nih” ucap bang Japri, kemudian bang Japri dan Amri lewat pintu belakang mengantar Dio menuju kamarnya, karena kalau lewat pintu depan pasti bertemu mamahnya Dio dan setiap jam 7.00 malam yang sedang menonton TV. “ternyata Dio anak orang kaya juga, gak beda ama gue, bener aja gue ngerasa klop ama dia, taunya keadaan kita sama” ucap Amri dalam hati. “ aden temenya den Dio?” tanya bang Japri “ia bang, saya Amri temen sekelasnya, saya pulang aja dulu ya bang” pamit Dio ke bang Japri “oh iya den, makasih ya” balas bang Japri. Kemudian Amri pulang menggunakan Taxi yang ia stop di pinggir jalan karena bang Udin udah pergi, dalam perjalananya pulang Amri memikirkan semua hidupnya dan merasakan mendapatkan sahabat baru.

Keesokanya, “bang Japri kemaren gue mabok lagi yah? Terus udah kasih uang ke bang udin?” tanya Dio ke bang Japri “udah den, oh ia kemaren aden bareng temen, kalo gak salah Amri namanya, terus dia langsung pulang pas bantu Japri nopang aden ke kamar” jawab bang Japri “oh iya dia temen gue, ya dia hampir sama kaya gue jadi gue gak malu dan gak nutupin dari dia” ucap Dio ke Japri sambil memperhatikan pemandangan jalan menuju sekolah. Dio diantar oleh supir pribadinya karena dia telat bangun akibat mabok semalam. “ den jangan suka mabok mulu di taman deket danau situ, ntar kalo gak ada yang nolongin gimana, bahaya den kalo malem kan disitu” dengan khawatir bang japri mengingatkan Dio sambil fokus menyetir mobilnya “ia gue tau koq bang ya lagian juga gue gak tiap hari ini” balas Dio “yaudah den, nanti mau di jemput enggak?” tanya bang udin ke Dio “gak usah bang seperti biasa mau naik trans aja deh” ucap Dio. Bel sekolahpun berbunyi pelajaran dimulai, dan ketika bel istirahat berbunyi “eh yo main basket yuk?” ucap Amri ke Dio, “ok” balas Dio “ eh yo temen-temen yang lain tau tentang keaadan hidup lu?” tanya Amri sembari main basket “kaga ri, kaga ada yang tau, Cuma bang Udin dan Japri sama bibi yang tau, lu semalem pulang naik apa? Sorry gue bikin lu repot” ucap Dio “ oh gakpapa, gue naik taxi yo, lagian juga gue gak repot koq malah gue seneng ternyata ada yang senasib am gue” balas Amri “hahaha senasib yah kita, tapi gue sih dah biasa, wah gue laper ni makan nyook” ajak Dio “ ia gue juga” jawab Amri. Kemudian merekapun menjadi teman akrab dan menjadi sahabat dan saling membantu, sampai akhirnya Dio tau kalao Amri anak orang kaya seperti dia dan ternyata orang tua mereka juga pernah menjadi rekan kerja. Setiap mereka kesal dengan keadaan rumah mereka selalu ke taman dekat danau itu sampai akhirnya bang Udin yang biasa jemput mereka dengan taxinya mengalami kecelakaan dan mereka sedih sekali kehilangan orang yang selalu membantu mereka, paling tidak bang Udin merupakan bagian dari penolong disaat mereka sedang badmood. Akhirnya mereka berduapun tak pernah ke taman tersebut setelah kematian bang Udin, mereka mencari ruang untuk meluapkan kekesalan mereka dengan cara lain yaitu sepulang sekolah atau madol sekalipun mereka lepas atribut sekolah dan berganti pakaian seperti anak skiny atau punk, mabok dengan sadar dan berjalan serta berbuat ricuh dan lari di kejar-kejar satpam. Bagi mereka itu hal yang menyenangkan. Minuman keras tak bisa lepas ketika mereka kesal akan hidup apapun bentuknya. Suatu hari mereka hendak pulang dan melintas pasar, dengan keadaan mabok Amri dan Dio berjalan, tak ada seorangpun yang perduli dengan keadaan mereka yang mabok ini. Sesekali Dio hampir jatuh dan Amri menariknya hingga berjalan normal kembali. “ yo gu gue laper nih makan yuk?” ucap Amri sambil mabok, “tapi duit kita abis ri” jawab Dio “ ah ngamen dah tuh di depan ada warung terus minta aja makanan” celetuk Amri. Karena keadaan mereka yang mabok, mereka seperti preman pasar yang sedang meminta makanan, Amri sangat mudah emosi ketika mabok “bang bagi makanan ke kita bang” pinta Amri kepada abang penjual nasi goreng tersebut “Eh pergi lu sana kaga ada makanan” usir penjual nasi goreng dengan nada tinggi “ wah nyolot lu ye!! Gue bantai ni warung ama gerobaknya!!!” ucap Amri sambil emosi “ ah ngehe lu bang gue robohin nih” saut Dio , merekapun rusuh dan orang-orang pasarpun berkumpul, bukanya melerai malah main hakim dan saling memukuli Dio dan Amri sampai akhirnya mereka babak belur. Tak lama kemudian petugas pasar datang, Amri dan Dio sempat kabur tapi sungguh malang di tengah perjalanan ketika Amri dan Dio lari di jalan, Dio ditabrak mobil yang diduga sang pengendara mabuk berat. Amri pun hanya terdiam sejenak dan menjerit marah. Akhirnya Dio meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, sedih untuk kesekian kalinya dan kehilangan akan sosok sahabat yang setia memukul batin dan raga Amri. Tak rela dengan kepergianya begitu histeris dia memanggil Dio di pemakaman. Kedua orang tua Dio pun menyesal tak pernah memperhatikan anaknya, keesokanya kedua orang tua Dio datang ke rumah Amri, “ nak Amri terimakasih selama ini telah menjadi teman bagi Dio, kami tak sengaja membaca buku harian yang Dio tulis yang ia letakan di meja kamarnya, dan ini ada pesan dari Dio untuk Amri,” ucap ayah Dio, Amri hanya diam dan membaca pesan dari Dio “ Amri adalah teman yang baik, gak gue sangka bokap nyokap kita saling kenal, gue seneng ada teman yang satu nasib dengan gue paling gak gue ada temen pas badmood dengan keluarga gue yang terus-terusan ribut. Tiap kali gue kesel dan Amripun sama, kita selalu pergi bareng ke taman dekat danau itu, dan pulangnya dianter taxi langganan gue bang udin, hahahaha lucu juga sebenarnya, mabok tapi tetep yang jadi anak manja ckckck, tapi sejak bang udin gak ada karena kecelakaan, gue ama Amri jadi nyobain jadi anak jalanan yang rusuh untuk mengalihkan rasa kesel gue ke orang tua gue, tapi ada satu rahasia yang gak pernah gue cerita ke Amri, gue udah 1 tahun menderita kangker, tapi gue cuek dan gak perduli dengan tubuh gue. Gue simpan ini semua biar Cuma gue yang tahu. Amri makasih lu udah jadi sahabat gue sebelumnya temen-temen gue deketin gue karena harta gue, makanya gue naik transjakarta buat nyari temen yang terima apa adanya eh taunya ketemu elo Amri!!! hahahahaha, tapi gue sadar hidup gue gak lama, bisa jadi besok gue mati, pesen gue buat lu ri,kalo lu baca buku ini suatu hari ketika lu lulus dan kuliah kejar mimipi lu dan bantu anak-anak jalanan dan perduliin tentang keadaan anak-anak kaya kita dengan cara lu. Gue banyak belajar dari perjalan kita main di jalanan akhir-akhir ini. Hidup gue gak lama ri gue sadar akan itu, orang tua gue juga tau tapi mereka sibuk dengan diri mereka masing-masing, menikmati hidup dengan cara gini gue seneng walau gue tau mungkin gue di jalan yang kurang bener. Thanks a lot for my best friend Amri ” kemudian Amripun menangis dan berjanji akan mewujudkan pesan Dio.

MIMIPIKU SENYUMANKU

Andi seorang anak kecil yang hidup di lingkungan terminal di daerah Jakarta, Andi tinggal dengan beberapa anak jalanan yang terlantar di dekat kolong jembatan. Setiap hari mereka mengamen, di kejar petugas ketertiban bahkan setiap hari mereka harus beradu fisik untuk mendapatkan sesuap makan. Diantara anak anak jalanan ini Andi adalah anak yang paling ingin melanjutkan sekolah, dulu ia adalah seorang anak pengusaha , waktu itu Andi berusia 8 tahun sejak kejadian perampokan dan andi di buang di kolong jembatan dia terpisah dari orang tuanya dan tak tau arah pulang. Anak sekecil dia hanya bisa menangis dan kebingungan dengan keadaanya. Sampai akhirnya anak-anak jalanan yang sudah lama menghuni kolong tersebut menampung Andi sebagai anggota dari keluarga mereka. Sudah dua tahun Andi menikmati hidup dan kerasnya di jalanan , seperti anjing gelandangan kecil yang terus berusaha hidup tanpa memikirkan seperti apa cantiknya dan lembutnya kehangatan selimut di dalam kandang anjing. Seperti biasa setiap pagi, Andi bangun dan siap mencari uang, ketika siang Andi berjalan melewati belakang bangunan sekolah dasar yang super mewah, dia mendengarkan lewat tembok kelas, itupun diam-diam karena kalau sampai ketahuan satpam sekolah pasti Andi bakal di usir dengan keji, menyimak pelajaran sambil memperlambat langkahnya demi mendengarkan pelajaran dengan baik, walau dia tidak begitu mengerti akan pelajaran tersebut. Langkahnya terhenti karena lamunan akan keinginanya untuk sekolah , dia masih ingat walau tidak begitu tajam tentang sekolahnya yang dulu, yang dia ingat dia mempunyai orang tua yang sibuk dan sekolah di suatu tempat yang setiap hari ada supir pribadi yang menemaninya.
Lamunanya pun tersapu karena mendengar suara satpam sekolah terdengar sedang meraung seolah kelaparan, Andi melihat dari jarak yang lumayan agak jauh, ternyata kedua temanya sedang besender di dekat gerbang sekolah karena letih dengan teriknya panas matahari sedang di usir dari sekolah tersebut. Andi yang berada di samping sekolahpun langsung lari dan bergegas menjauh dari sekolah tersebut sebelum satpam itu melihatnya. Sepuluh ribu rupiah ada di tanganya dia merasa cukup untuk makan hari ini. Andi dan yang lainya merasa beruntung karena tidak seperti anak anak jalanan yang lainya bekerja di bawah preman. Mereka anak-anak jalanan yang bebas dan hanya pulang setelah kembali dari mencari uang untuk mereka masing-masing. Dan bermain di kolong atau bermain di sekitar terminal. Tetapi merekapun harus waspada terhadap preman yang ingin menguasai mereka, saling melindungi itulah yang mereka lakukan satu sama lain, yang paling tua dari mereka bernama Badrun usianya 15 tahun, dia dianggap sebagai kaka bagi anak-anak jalanan yang bebas ini, tetapi mereka pun sadar ketika tertangkap oleh preman mau tidak mau mereka harus bekerja untuk sang preman. Sorepun datang, Andi duduk di sekitar taman kota tempat berhenti metromini. Dia duduk sambil melihat ke seberang jalan, seorang ibu yang sedang menggandeng tangan anaknya erat-erat yang pulang dari sekolah dan menunggu metromini di halte tersebut. Andi tersenyum melihat pemandangan tersebut, dalam hati kecilnya dia ingin sekali merasakan apa yang anak itu rasakan, seorang anak yang berusia sepuluh tahun bernama Andi ingin sekali di gandeng tanganya oleh sesosok Ibu. Senyumnya pun berubah menjadi datar setelah Ibu dan anak tersebut naik metromini, Andi pun pergi menuju terminal dengan mengamen di metromini menyanyi apa yang dia bisa dengan suaranya yang polos dia mencurahkan perasaan sedih dan senang dengan nyanyian di setiap metromini yang ia singgahi. Tak perduli berapa banyak recehan yang dia dapat, sedikit atau banyak Andi tak perduli, karena dia menganggap mengamen merupakan hiburan jalan-jalan gratis mengintari kota Jakarta. Malampun tiba, Andi beserta beberapa temanya bertemu di terminal tempat biasa mereka bertemu, terminal merupakan salah satu tempat bermain bagi mereka, terkadang Andi memukuli tubuh mikrolet sambil melantangkan suaranya “ ayo jalan-jalan cari uang” seolah ia sedang menggembala hewan ternak di padang rumput, terkadang juga menari-nari sambil memukuli mikrolet dengan tanganya seolah gendang sebagai alat musiknya. Supir dan kenek pun tidak marah karena Andi masih bertindak wajar dan tidak merusak, terlebih bagi mereka anak jalanan merupakan hal biasa disana dan merekapun sudah kenal bahkan hafal mana anak baru dan lama. Andi dan beberapa temanya pun merasa lelah setelah seharian mereka berpetualang dari satu tempat ke tempat lain, berkumpul dan pulang bersama-sama, dan siap menikmati hari esok dengan impian yang berbeda dan berharap suatu hari akan menjadi kenyataan. Hanya itu yang bisa ia lakukan di setiap hari-harinya, tak pernah mengeluh itu yang ia lakukan tangisan hanya akan membuatnya lemah, di usianya yang masih di bawah umur Andi selalu berusaha tegar dalam setiap apa yang ia impikan walau tak pernah tahu bagaimana cara untuk mewujudkanya.

Monday, July 12, 2010

hanya ingin hidup #1

banyak sekali cerita hidup yang kita dengar dari yang selalu beruntung sampai yang selalu sial (sial mulu pasti kasian banget ckckckcck) hidup dikota besar seperti jakarta bandung jogja dan sekutunya, sangatlah berat. terutama di jakarta. setiap manusia ingin menikmati dan selalu bertahan hidup dengan jalanya sendiri, dari preman kecil sampai konglomerat. ini kisah tentang anak jakarta yang ingin menikmati hidup dengan apa yang dia lihat. selamat mebaca cerita dengan judul senyumku mimpiku, pesan dan nantikan judul selanjtnya hehehehe ;p

Saturday, June 19, 2010

recent

mungkin gue memang gak sempurna dan terbaik untuk keluarga, pacar, teman dan abang bagi adek" gue dan mereka yang menganggep gue abang :)
gue tau gue gak bisa berikan yang terbaik buat kalian, maaf yah gue gak bisa jadi yang kalian andalakan, gue cuma bisa memberikan hati dan telinga gue buat ngedenger semua keluhan lu semua :0
gue tau di sini gue yang paling tua diantara kalian, dan gue seneng aja, kalian selalu ngasih cinta ke gue, walau kadang kalian itu najubilee ngeselin egoisnye dah, hahahahahaha, tapi ya itulah kalian disaat ngeselin gue kangen ckckckc.

ngomongin Keluarga, keluarga yang sebenarnya adalah kalian, keluarga bagi gue itu bukan tentang darah yang lu bawa, tapi yang gue cintai dan mencitai gue. batin lu semua terikat jadi gak perlu banyak bacot pasti ada yang telpon, sms iseng *sesuatu yang tergerak karena hati* cuma buat nanya kabar gue dan ngehibur gue tanpa pengen tau gue lagi sedih ato knp,
gue seneng punya lu semua, karena lu, gue jadi punya impian, nolongin ank" kecil yang terkena kangker otak, punya rumah sendiri biar nanti kalo lagi pada ada masalah dan di usir dari rumah jadi pada jelas tinggal dimana, gue hidup buat diri gue dan kalian,
bukan berarti gue juga kaga mikirin orang tua, gue cuma pengen jadi apa yang gue inginkan gak terkekang, mau ini mau itu dalam hal positif yeee bukan yang lain-lain.
seandainya gue cepet lulus terus kerja , gaji gue lumayan lah buat bisa beli apartemen ato rumah gue ambil dah, gue gak mau minta dari orangtua, walau gue mau gitu misal dengan nipu orangtua butuh banyak, tapi gue bukan yang kaya gitu yah *jangan sampai dah*

ngomongin kesedihan gue rasa gue udah ngerasain itu dari kecil, bukan dari hal materi tapi dari hal yang lain, itu kenapa gue jadi kadang mau ngedenger orang cerita dan keluh kesah, walau gue sendiri juga dalam masalah, pinter-pinter gue dah nyembunyiin masalah terus dengerin mereka,
mereka priorits gue,biarin orang mau bilang apa tentang hidup gue ini, yang penting gue lempeng dan kaga ngerusuh orang.

kalo tentang kesedihan gue sendiri, gue emang orang yang gak mau terlihat sedih dengan masalah gue, gue lebih milih gak milih ngeluh dan lebih merhatiin oranglain daripada merhatiin kesedihan gue, ya walau kadang gue juga butuh pendengar, tapi kaga ngapalah, heem untung aj gue gak ngedrugs kaga minum
kaga ngesex bebas juga, hamdalah dah gue gini sampai umur segini juga lempeng karaena orang" yang sayang ke gue,
mereka selalu ngingetin gue buat kaga mapir" ke yang begituan, kalo gue mau si gue kibulin aj mereka, tapi gue selalu inget, mereka itu merhatiin gue tulus, setulus ke abang kandung, kalo mikirin kesedihan gue mah pasti kaga ada habisnya, lagian buat apa sih kita terlalu lama dalam kesedihan, ngerusak badan aje dah,

hemf gue jadai kangen mereka , ntar dah liburan gue ajak main mereka tapi pasti kaga bisa semua, kudu satu satu, ckckckc,
sekarang hidup gue beneran dah cuma buat merka aja , hidup mapan cari istri terusnya ntar gue wujudin semua impian mereka *ngayal euy* hahaahah tapi mah gakpapa" ngayal adalah bentuk dari awal kesuksesan asal jangan ngayal mulu. tapi kudu buru dah di wujudin ,

tapi kendala juga sih kadangan klo mikirin ini semua dah, hemmf namanya juga manusia mana ada yang bisa pencet langsung bisa, robot kali yak, pencet langsung ngapain getu,
dah dah dah bangung bangun meleeeeeeeeekk jangan terhanyut dah ah!

pokonya yah lu semua yang baca ini harus semangat, dan jadi diri lu sendiri kaagaaaaa boleh dah nyerah apapun keadaan lu, sekalipun sakit dan kurang sempurna (cacat maksudnye kaga enak gue ngomong langsung)

ngeluh buat hidup itu kaga ada matinya coy, lebih baik lu pikirin masadepan , hal apa yang akan lu lakuin sekarang esok dan seterusnya, tapi apapun diri lu ntar dan sekarang harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang lu ambil.
ambilah jalan yang lu anggep gak bikin beban, jangan pernah maksain diri untuk bisa dan mampu, tapi kalo yakin si kaga napa, karena dari keyakinan bisa pasti dah bisaaaa

akhir kata niii di cerita hari ini... yakin dan semangat itu yang selalu gue lakuin di setiap langkah, ya masih proses sih,,,,